Menurut dia, pemilihan serentak lebih dari sekadar olah politik, tapi juga olah budaya, untuk meningkatkan mutu budaya demokrasi, agar tumbuh subur dan kuat mengakar menjadi budaya rakyat.
Sultan juga berpesan agar Pemilu 2024 tidak semata-mata digelar untuk mengisi jabatan presiden dan wakil presiden, serta kursi-kursi parlemen.
Menurutnya, perlu pemahaman bersama, bahwa perbedaan pandangan politik tidak harus menjadi perseteruan. Sehingga kedewasaan berpikir terkait perbedaan mutlak diperlukan.
"Ada kekhawatiran soal keindonesiaan kita, seiring lunturnya persaudaraan, dan luruhnya Indonesia sebagai rumah bersama, hanya karena kontestasi politik semata," Sultan mengingatkan.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Desakan Copot Dahnil Anzar: Aktivis Muhammadiyah Protes Ucapan Kasar ke Anwar Abbas
PBNU Kecam Dahnil Anzar: Pernyataan ke Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab, Ini Kata Katib Syuriyah
Viral! Anies Baswedan Santai Ajak Foto Bareng Intel di Karanganyar, Responsnya Disoroti
Prabowo Ultimatum Koruptor: Jangan Nantang Gue Lo di Rakornas 2026