"Saya melihat bahwa gesture dari Mas Wali itu pada saat diminta untuk duduk di sebelahnya Pak Prabowo, saya hitung Pak Prabowo itu sudah meminta kurang lebih 4 kali, toh akhirnya dia tetap ada posisi hanya mengantarkan Pak Prabowo untuk ketemu relawan Gibran," kata dia.
Arya kemudian menjelaskan bahwa pada saat diusung sebagai calon wali kota Surakarta, Gibran ketika itu diusung oleh Gerindra dan PDIP. Jadi andaipun dia datang dalam acara relawan Gibran yang mendeklarasikan diri mendukung Prabowo, dianggap hanya sebuah kesantunan belaka.
Artinya, posisi Gibran ketika itu hanya sekadar memfasilitasi. Di satu sisi, dia juga memang memiliki kedekatan dalam kaitan posisi Prabowo Subianto, berbeda dengan Anies Baswedan misalnya.
Sebab Prabowo dianggap punya relasi kuasa sebagai menteri Jokowi. "Jadi sebagai wali kota dan yang pernah didukung oleh Gerindra maju Pilkada kemarin, saya kira itu hanya kesantunan Mas Wali untuk memfasilitasinya saja," kata dia.
Gibran bahkan menyatakan dia juga akan memperlakukan sama ketika ada relawannya yang hendak mendeklarasikan diri pada Ganjar.
"Mas Wali bicara juga kalau nanti Mas Ganjar datang tim relawannya Gibran akan jauh lebih banyak untuk ketemu Mas Ganjar Pranowo."
Artikel Terkait
Desakan Copot Dahnil Anzar: Aktivis Muhammadiyah Protes Ucapan Kasar ke Anwar Abbas
PBNU Kecam Dahnil Anzar: Pernyataan ke Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab, Ini Kata Katib Syuriyah
Viral! Anies Baswedan Santai Ajak Foto Bareng Intel di Karanganyar, Responsnya Disoroti
Prabowo Ultimatum Koruptor: Jangan Nantang Gue Lo di Rakornas 2026