Lalu, Hasto menuturkan saat mencalonkan Jokowi di Pilgub DKI 2012, PDIP berempati dengan Jokowi karena sosoknya yang apa adanya. Sehingga, partai bergerak secara militan untuk memenangkan Jokowi namun saat ini PDIP justru dikhianati.
"Bahkan sejak ketika mencalonkan sebagai gubernur, kami pun memandang Pak Jokowi sebagai sosok yang memberikan rasa iba sehingga kami harus bergotong-royong padahal dananya sudah Rp 27 miliar ketika dilaporkan, ini kan kemudian menjadi suatu problematika bagi kami ya karena pada akhirnya sebagai bagian dari tanggungjawab," ucap dia.
"Kebetulan saya mengawal sejak beliau jadi gubernur, saya menyiapkan suatu kerangka-kerangka, kajian-kajian strategis yang saya tulis termasuk ketika menjadi gubernur saya membuat kajian strategis plus-minusnya, tentu saya bertanggung jawab, sehingga saya pernah menyampaikan kepada Ibu Mega ketika kebohongan dari Pak Jokowi, bohong itu menjadi suatu hal yang biasa dilakukan oleh Pak Jokowi, termasuk oleh Gibran," tambah Hasto.
Hasto menambahkan, sebenarnya partainya sudah biasa menghadapi pengkhianatan. Namun ia menilai pengkhianatan terhadap bangsa dan rakyat tidak bisa dibiarkan.
"Kalau pengkhianatan ke PDI saja enggak masalah, kami bisa menerima, paling kami pecat. Tapi ini kan pengkhianatan kepada bangsa, kepada rakyat, kemudian kepada nilai-nilai keadaban, suatu nilai-nilai yang mengedepankan proses, mengedepankan perjuangan," ujarnya.
Sumber: kumparan
Artikel Terkait
Rocky Gerung: Jokowi Tak Bisa Tenang Sebelum Kasus Ijazah & Hukum Keluarga Terbukti
Eggi Sudjana Sebut Roy Suryo Belagu Soal Kasus Ijazah Jokowi: Analisis & Daftar Tersangka Terbaru
Kontroversi Ijazah Jokowi: Rektor UGM Sebut 2 Tanggal Lulus Berbeda, Mana yang Benar?
Reshuffle Kabinet Prabowo: Strategi Lepas dari Geng Solo dan Bayang-Bayang Jokowi?