"Besar kemungkinan model pendekatan kembali lagi transaksional, setelah itu naturalisasi, dua platform itu yang banyak digunakan," ujar Umam.
Masalahnya, ia mengingatkan, Sandi sudah terganjal situasi saat kemarin melakukan serangan politik secara terbuka kepada Anies terkait utang. Yang mana, usai dokumen dibuka serangan malah menghantam Sandi sendiri.
Umam menekankan, ada pola relasi yang sudah retak dan retaknya cukup serius antara Anies dan Sandi. Karenanya, tidak mudah bagi Sandi bisa mendapat kepercayaan lagi untuk mengambil peran sebagai cawapres Anies.
Selain itu, Umam menambahkan, tentu restu yang dibutuhkan Sandi bukan cuma harus datang dari PKS. Sebab, ada Partai Demokrat dan Partai Nasdem yang perlu didekati, dan Anies sendiri sebagai capres Koalisi Perubahan.
"Dia harus deal dengan Demokrat, dia harus deal dengan Nasdem dan harus deal secara pribadi dengan Anies sendiri yang kemarin barangkali merasa dipermalukan oleh pernyataannya," kata Umam.
Sumber: kontenjatim
Artikel Terkait
Desakan Copot Erick Thohir dari Menpora: Kinerja Kepemudaan Dipertanyakan, PP Himmah Soroti Indonesia Emas 2045
Rocky Gerung: Jokowi Tak Bisa Tenang Sebelum Kasus Ijazah & Hukum Keluarga Terbukti
Eggi Sudjana Sebut Roy Suryo Belagu Soal Kasus Ijazah Jokowi: Analisis & Daftar Tersangka Terbaru
Kontroversi Ijazah Jokowi: Rektor UGM Sebut 2 Tanggal Lulus Berbeda, Mana yang Benar?