NARASIBARU.COM -Anies Baswedan dinilai dalam kondisi sulit jika ingin maju Pilgub Jakarta, karena tidak kunjung mendeklarasikan diri sebagai salah satu kader partai politik (parpol).
Direktur Eksekutif Sentral Politika, Subiran Paridamos memandang, Anies tidak bisa menjual status petahananya untuk bisa direkrut parpol.
Sebab dari perkembangan politik saat ini, Subiran meyakini parpol tengah memperkuat posisinya sebagai lembaga penjaring calon pemimpin-pemimpin bangsa.
"Jika memang Anies Baswedan berkomitmen menjadi seorang politisi, seharusnya Anies masuk ke salah satu parpol agar jelas warna politiknya," ujar Subiran kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Rabu (7/8).
Dia memaparkan, pengalaman Pilgub DKI Jakarta 2017 yang dimenangkan Anies menunjukkan peran penting parpol dan tokoh-tokohnya dalam menekuk lawan yang saat itu, yakni Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang juga sempat menjadi Gubernur DKI Jakarta pengganti Joko Widodo usai terpilih Presiden pada 2014.
"Ingat, faktor kemenangan Anies di Pilgub Jakarta 2017 lalu itu ditentukan di putaran kedua. Itu pun karena kubu Partai Demokrat yang mengusung Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)-Sylviana Murni lebih dominan merapat ke Anies ketimbang ke Ahok," urainya.
Selain itu, Subiran juga melihat kemungkinan Partai Gerindra yang dulu mengusung dan mendukung Anies di Pilgub DKI Jakarta 2017 tidak akan lagi berada di pihaknya.
Artikel Terkait
Desakan Copot Dahnil Anzar: Aktivis Muhammadiyah Protes Ucapan Kasar ke Anwar Abbas
PBNU Kecam Dahnil Anzar: Pernyataan ke Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab, Ini Kata Katib Syuriyah
Viral! Anies Baswedan Santai Ajak Foto Bareng Intel di Karanganyar, Responsnya Disoroti
Prabowo Ultimatum Koruptor: Jangan Nantang Gue Lo di Rakornas 2026