Akhir tahun 1998, Amien diusung PAN sebagai calon presiden sebagaimana rekomendasi Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PAN pertama di Bandung. Sayangnya hasil Pemilu 1999 menyatakan PAN hanya mampu mendapat 34 kursi di DPR.
Walau demikian, Amien dipilih menjadi MPR hasil pemilu. Dia menjabat sebagai Ketua MPR periode 1999-2004 di era pemerintahan Abdurrahman Wahid (Gus Dur)- Megawati Soekarnoputri. Namun Amien menyorot kepemerintahan Gus Dur di pertengahan tahun 2000 dan menyatakan kekecewaan pada kinerjanya.
Langkah Amien kemudian menyatakan siap berkoalisi dengan PDIP. Kala itu, Amien yang menjabat sebagai Ketua MPR mendesak Gus Dur untuk mundur dari presiden. Hingga akhirnya pada 23 Juli 2001, Gus Dur dimakzulkan lewat Sidang Istimewa MPR.
Pada tahun 2004, Amien dicalonkan sebagai calon presiden dengan wakilnya Siswono Yudhohusoso. Namun Amien harus mengubur keinginannya jadi presiden.
Dia hanya dapat posisi keempat di bawah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Jusuf Kalla, Megawati Soekarnoputri-Hasyim Muzadi, serta Wiranto-Salahuddin Wahid.
Keluar dari PAN dan dirikan Partai Ummat
Pada 11 Februari 2020, Amien keluar dari PAN setelah Zulkifli Hasan atau biasa disapa Zulhas terpilih jadi ketua umum. Amien kemudian mendeklarasikan Partai Ummat pada 29 April 2021.
Sementara itu Partai Ummat jadi partai terakhir yang lolos sebagai peserta Pemilu 2024. Dengan bertambahnya Partai Ummat sebagai peserta, maka hingga kini total ada 24 partai politik peserta Pemilu 2024.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Desakan Copot Dahnil Anzar: Aktivis Muhammadiyah Protes Ucapan Kasar ke Anwar Abbas
PBNU Kecam Dahnil Anzar: Pernyataan ke Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab, Ini Kata Katib Syuriyah
Viral! Anies Baswedan Santai Ajak Foto Bareng Intel di Karanganyar, Responsnya Disoroti
Prabowo Ultimatum Koruptor: Jangan Nantang Gue Lo di Rakornas 2026