NARASIBARU.COM - Direktur Survei dan Polling Indonesia (Spin), Igor Dirgantara menduga bila PDIP ingin membersihkan pengaruh Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang masih tersisa di dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Sebab, belakangan ini PDIP melakukan sejumlah manuver untuk menyingkirkan pengaruh Jokowi. Salah satu contohnya adalah laporan terhadap Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi ke Bareskrim Polri, karena diduga tersangkut kasus judi online ketika masih menjabat Menteri Komunikasi dan Informatika di era pemerintahan Jokowi.
“Pengaruh Jokowi inilah yang saya duga sedang digerus oleh PDIP yang menjadi parpol pemenang pemilu dan masih berpotensi bergabung ke dalam pemerintahan sekarang,” ujarnya, Jumat 30 Mei 2025.
Menurut Igor, Jokowi masih punya pengaruh kuat di pemerintahan Prabowo. Sebab, terdapat sejumlah menteri di Kabinet Merah Putih yang notabene merupakan orang dekat Jokowi. Hal inilah yang dianggap menjadi penyebab PDIP melihat masih ada cawe-cawe Jokowi di pemerintahan Prabowo melalui orang-orang dekatnya di kabinet.
Selain itu, dia juga menduga PDIP masih memiliki dendam terhadap Jokowi lantaran dianggap berkhianat pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 lalu, sehingga manuver politik untuk menyingkirkan pengaruh Jokowi terus dilakukan. “Karena di mata PDIP, Jokowi sekarang dianggap bukan lagi petugas tapi sebagai penghianat partai,” imbuhnya.
Karena itu, Igor memperkirakan PDIP tengah membantu Presiden Prabowo untuk membersihkan warisan Jokowi yang memberikan dampak negatif. “Ya ada nuansa bahwa PDIP saat ini menjadi antitesa bagi Jokowi, karena dianggap bisa membersihkan warisan Jokowi di kabinet Prabowo, terutama yang dianggap merugikan seperti Budi Arie yang diduga tersangkut kasus judi online,” tukasnya.
Sumber: voi
Artikel Terkait
Desakan Copot Dahnil Anzar: Aktivis Muhammadiyah Protes Ucapan Kasar ke Anwar Abbas
PBNU Kecam Dahnil Anzar: Pernyataan ke Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab, Ini Kata Katib Syuriyah
Viral! Anies Baswedan Santai Ajak Foto Bareng Intel di Karanganyar, Responsnya Disoroti
Prabowo Ultimatum Koruptor: Jangan Nantang Gue Lo di Rakornas 2026