NARASIBARU.COM - Presiden Joko Widodo kembali mewanti-wanti tantangan ekonomi RI masih berat karena tekanan global. Padahal, kepala negara bercita-cita mewujudkan Indonesia Emas pada tahun 2045.
Jokowi mengatakan, untuk mewujudkan hal itu bukan perkara mudah karena ada tantangan dari situasi ekonomi global yang masih gelap, meski Indonesia masih mengalami pertumbuhan.
"Kita tahu situasi global tidak mendukung, situasi ekonomi dunia juga tidak mendukung," kata Jokowi saat membuka Rakornas Pengawasan Intern Pemerintah di Gedung BPKP, Jakarta Timur, Rabu (14/6/2023).
Ia bercerita ketika bertemu dengan Managing Director IMF Kristalina Georgieva dalam agenda G7 di Hiroshima, Jepang, menyampaikan pasien IMF saat ini sudah mencapai 96 negara. Sangat jauh ketika dibandingkan tahun krisis yang terjadi di tahun 1998 yang hanya 10 negara.
"Sekarang ini 96 negara. Dulu 98 (1998) berapa sih? 10 aja gak ada, sudah geger semua. Jumlah 96 negara menunjukkan bahwa situasi dunia sekarang ini betul-betul pada situasi yang sangat sulit," kata Jokowi.
Selain itu, dalam beberapa laporan diterima, di Eropa juga menunjukkan kabar tidak baik. Sehingga dia meminta kepada seluruh instansi negara untuk membelanjakan anggaran secara produktif, juga pengawasan dalam pembelanjaan.
Artikel Terkait
Roy Suryo Ungkap Temuan Baru Ijazah Jokowi: Kertas dan Gelar Profesor Jadi Sorotan
Mahfud MD Ungkap Informasi ke Presiden Sering Tak Lengkap: Banyak Saringan Birokrasi
Analisis Lengkap: Makna Tersembunyi Dukungan Jokowi ke Prabowo-Gibran 2 Periode
Partai Demokrat Netral Strategis: Fokus Dukung Program Prabowo-Gibran, Tolak Politik Warisan