Irvan menjelaskan bahwa dengan peningkatan jumlah emiten tercatat, diharapkan juga akan meningkatkan kegiatan penggalangan dana (fundraise), sesuai dengan target BEI tahun ini sebesar Rp 200 triliun.
Baca Juga: PT Pertamina Patra Niaga Jajaki Penjualan Komersial Bioavtur di Luar Negeri
Dengan demikian, diharapkan kapitalisasi pasar dapat mengalami peningkatan signifikan.
“Sesuai dengan arahan pemerintah, kami juga berharap adanya peningkatan penyediaan akses bagi usaha mikro kecil menengah (UMKM) melalui papan akselerasi,” kata Irvan.
Hal ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan sektor UMKM di Indonesia.
BEI memandang pencapaian target ini bukan hanya sebagai pertanda pertumbuhan pasar modal, tetapi juga sebagai kontribusi nyata terhadap perkembangan ekonomi nasional.
Harapannya, langkah-langkah ini akan menciptakan lingkungan bisnis yang lebih dinamis dan inklusif bagi para pelaku pasar di Indonesia.***
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: sawitku.id
Artikel Terkait
Mundur Massal Pimpinan OJK & Dirut BEI: Penyebab, Dampak ke Pasar Modal, dan Tantangan untuk Prabowo
Trading Halt IHSG 2026: Analisis Lengkap Peran MSCI dan Strategi Hedge Fund Global
Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh (KCJB): Solusi, Pembahasan, dan Dampaknya
Dirut KCIC soal Utang Whoosh: Kita Serahkan ke Danantara