Ramadhan menambahkan, PNM konsen memberikan tiga modal sekaligus secara komprehensif kepada nasabah, yakni modal finansial, modal intelektual, dan modal sosial.
Untuk menggenjot program tersebut, PNM Garut terus melakukan sosialisasi program kepada masyarakat luas.
“Baru-baru ini kami mengunjungi Dinas Pertanian Garut bertemu dengan Bapak Ir. Haeruman, M.P, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut. Di sana kami melakukan pelatihan pengolahan kedelai menjadi sumber pendapatan,” sambung Ramadhan.
Baca Juga: Jalin Kerjasama Pendidikan Digital, PBNU dan Kominfo Siapkan Beasiswa
Pelatihan ini terinspirasi dari usaha nasabah PNM bernama Waniti. Ia sukses mengelola bantuan permodalan yang diterima dari PNM untuk mengawali usaha tauge. Kini usaha tersebut berkembang ke produk tempe dengan skala yang lebih besar.
PNM Garut terus mengupayakan peningkatan kapasitas usaha nasabah, sehingga diharapkan usaha mereka menjadi lebih stabil, berkembang, dan inovatif.
“Produk Mekaar mendukung sepenuhnya usaha nasabah dengan memberikan pelatihan cara pengemasan, pemasaran, sampai sertifikasi halal dan segala keperluan training untuk meningkatkan skill berusaha bagi nasabah,” pungkas Ramadhan.***
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: menit24.com
Artikel Terkait
Mundur Massal Pimpinan OJK & Dirut BEI: Penyebab, Dampak ke Pasar Modal, dan Tantangan untuk Prabowo
Trading Halt IHSG 2026: Analisis Lengkap Peran MSCI dan Strategi Hedge Fund Global
Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh (KCJB): Solusi, Pembahasan, dan Dampaknya
Dirut KCIC soal Utang Whoosh: Kita Serahkan ke Danantara