Namun, Shinta menegaskan, jumlah jajak pendapat yang diperlukan bukanlah perhatian utama dunia usaha.
“Yang penting adalah kualitas pemilu kita,” katanya.
“Komunitas bisnis lebih tertarik pada jaminan kelancaran peristiwa politik dan koherensi serta kelanjutan kebijakan ekonomi yang ada.”
Baca Juga: Hari Peluk Nasional 21 Januari 2024: Sejarah, Manfaat Rajin Berpelukan Bagi Tubuh
Shinta menambahkan, segala kekacauan atau keresahan dalam proses suksesi kekuasaan akan berdampak buruk bagi iklim usaha.
“Kita tidak boleh membiarkan terjadinya kerusuhan, kecurangan pemilu, atau apapun yang akan mendelegitimasi hasil pemilu dan menimbulkan masalah yang berkepanjangan,” tambahnya.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: bisnispekanbaru.com
Artikel Terkait
Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh (KCJB): Solusi, Pembahasan, dan Dampaknya
Dirut KCIC soal Utang Whoosh: Kita Serahkan ke Danantara
Impor Barang Bekas ke RI Meledak, dari 7 Ton jadi 3.600 Ton
Harga BBM Dex Series Naik Lagi per 1 November 2025