Rumah Hui lainnya di samping dua rumah besar tersebut juga disita oleh China Construction Bank (Asia) pada November tahun lalu.
Baca Juga: Jangan Panik, Inilah Pertolongan Pertama Yang Harus DIlakukan Jika Anda Tersengat Ubur-ubur Beracun
Evergrande kini resmi dilikuidasi.
Aset utama kelompok ini di Hong Kong – kantor pusatnya dan sebidang tanah pedesaan yang luas – disita oleh kreditor tahun lalu, setelah perusahaan tersebut gagal membayar utang publik karena krisis uang tunai.
Sebagai informasi, saat puncak kesuksesan Evergrande pada 2017, kekayaan Hui Ka Yan mencapai US$45,3 miliar atau sekitar Rp693 triliun dan membuatnya menjadi orang terkaya ketiga di China.
Baca Juga: Sultan Ibrahim Iskandar Dilantik Menjadi Raja Baru di Malaysia
Namun, sejak 2017 ke 2020, kekayaannya anjlok karena utang yang mulai menumpuk. Kondisi tersebut diperparah dengan adanya pandemi Covid-19.***
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: bisnispekanbaru.com
Artikel Terkait
Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh (KCJB): Solusi, Pembahasan, dan Dampaknya
Dirut KCIC soal Utang Whoosh: Kita Serahkan ke Danantara
Impor Barang Bekas ke RI Meledak, dari 7 Ton jadi 3.600 Ton
Harga BBM Dex Series Naik Lagi per 1 November 2025