NARASIBARU.COM, Jakarta – Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Ade Safri Simanjuntak, menegaskan bahwa tindakan penyitaan telepon seluler milik Aiman Witjaksono oleh tim penyidik telah dilakukan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981.
"Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Pasal 1 angka 16 KUHAP," ungkap Ade Safri dalam keterangannya di Jakarta pada Rabu, 31 Januari 2024.
Pasal 1 angka 16 KUHAP menyatakan, "Penyitaan adalah serangkaian tindakan penyidik untuk mengambilalih dan atau menyimpan di bawah penguasaannya benda bergerak atau tidak bergerak, berwujud atau tidak berwujud, untuk kepentingan pembuktian dalam penyidikan, penuntutan dan peradilan."
Baca Juga: Prabowo-Gibran Kampanye di 'Kandang Banteng', Ganjar Beri Respon Begini...
Ade Safri kemudian mengklarifikasi bahwa tindakan penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, yang menyita telepon seluler Aiman Witjaksono, sesuai dengan Pasal 38 ayat (1) KUHAP.
Pasal tersebut menyatakan, "Penyitaan hanya dapat dilakukan oleh penyidik dengan surat izin Ketua Pengadilan Negeri setempat."
Artikel Terkait
APH Ditantang Periksa Jokowi Terkait Kasus Korupsi Minyak Pertamina dan Kuota Haji
Kejagung Geledah Rumah Siti Nurbaya, Dugaan Korupsi Sawit Rp 450 Triliun Terungkap
Harga Chromebook Kemendikbud Rp 5,7 Juta, Nadiem Makarim Bantah Keras Isu Rp 10 Juta
Yaqut Cholil Qoumas Dipanggil KPK Lagi, Saksi Kunci Kasus Korupsi Kuota Haji Rp1 Triliun