NARASIBARU.COM -Walaupun belum dilakukan penahanan, Kepala Bea Cukai Makassar, Andhi Pramono kembali ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kali ini, Andhi ditetapkan sebagai tersangka Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
"Kami akan sampaikan bahwa yang bersangkutan (Andhi Pramono) juga kami tetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana pencucian uang," ujar Jurubicara Bidang Penindakan dan Kelembagaan KPK, Ali Fikri kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin sore (12/6).
Ali mengatakan, selama proses penyidikan kasus dugaan penerimaan gratifikasi, pihaknya menemukan fakta-fakta bahwa tersangka Andhi sengaja menyembunyikan, dan menyamarkan asal usul aset yang diduga diperoleh dari hasil tindak pidana korupsi.
"Sehingga kemudian berdasarkan kecukupan alat ini, kami tetapkan lagi sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang," kata Ali.
Ali memastikan, saat ini pihaknya masih terus menelusuri aliran uang korupsi Andhi melalui kegiatan pemeriksaan saksi-saksi maupun kegiatan penggeledahan.
"Kemarin sudah kami sampaikan ya, ada penggeledahan di Batam, itu juga dalam rangka untuk terus menelusuri aliran uang. Kemarin kan sudah disita ya beberapa aset, mobil-mobil mewah di sana," pungkas Ali.
Artikel Terkait
APH Ditantang Periksa Jokowi Terkait Kasus Korupsi Minyak Pertamina dan Kuota Haji
Kejagung Geledah Rumah Siti Nurbaya, Dugaan Korupsi Sawit Rp 450 Triliun Terungkap
Harga Chromebook Kemendikbud Rp 5,7 Juta, Nadiem Makarim Bantah Keras Isu Rp 10 Juta
Yaqut Cholil Qoumas Dipanggil KPK Lagi, Saksi Kunci Kasus Korupsi Kuota Haji Rp1 Triliun