Habib Rizieq Kritik Pandji Pragiwaksono: Jangan Lecehkan Salat di Stand-up Netflix

- Kamis, 15 Januari 2026 | 00:00 WIB
Habib Rizieq Kritik Pandji Pragiwaksono: Jangan Lecehkan Salat di Stand-up Netflix

Koordinator aksi, Fachrullah Jasadi, dalam orasinya menegaskan bahwa salat adalah ibadah paling fundamental dalam Islam. "Menjadikan sholat sebagai bahan candaan adalah tindakan yang tidak dapat ditoleransi dan berpotensi memicu konflik sosial," ujarnya.

Fachrullah menilai persoalan ini bukan sekadar ekspresi seni, melainkan mengandung dugaan tindak pidana. Ia menyebut sejumlah pasal yang bisa dijerat, antara lain Pasal dalam UU ITE, KUHP, dan KUHP Baru. Massa juga mendesak Kementerian Komunikasi dan Digital untuk mengambil langkah tegas, termasuk pemutusan akses tayangan.

"Umat Islam tidak akan diam ketika ibadah sucinya dilecehkan," tegas Fachrullah, menambahkan bahwa mereka akan terus mengawal kasus ini hingga keadilan ditegakkan.

Forum Ulama Nusantara Akan Laporkan Pandji ke Polisi

Selain demo, Forum Ulama Nusantara juga menyatakan akan melaporkan Pandji Pragiwaksono ke pihak kepolisian. Ketua Forum, Nur Shollah Bek alias Wan, menyatakan langkah ini diambil setelah mempelajari materi stand-up comedy Pandji yang dinilai menyinggung sakralitas ibadah shalat.

"Kami berencana melaporkan dugaan ini sebagai bentuk tanggung jawab moral," kata Wan Bek di Jakarta Selatan, Senin (12/1/2026). Ia menegaskan tujuan pelaporan bukan untuk memicu konflik, tetapi agar tidak ada lagi pihak yang menjadikan ibadah umat Islam sebagai bahan candaan.

Wan Bek menyoroti materi spesifik Pandji yang menyinggung soal kriteria pemimpin yang rajin beribadah. Bagi forumnya, narasi tersebut sudah melampaui batas kritik sosial dan masuk ke ranah merendahkan nilai agama.

"Kami tidak bermaksud menghakimi siapa pun. Kami hanya meminta negara hadir dan hukum ditegakkan secara adil," pungkas Wan Bek, menekankan bahwa kebebasan berekspresi tidak boleh merendahkan simbol-simbol agama.


Halaman:

Komentar