Hotman Paris Kritik Kasus Penjual Es Gabus: Pelukan Bukan Pengganti Keadilan

- Kamis, 29 Januari 2026 | 15:25 WIB
Hotman Paris Kritik Kasus Penjual Es Gabus: Pelukan Bukan Pengganti Keadilan

Hotman Paris Kritik Kasus Penjual Es Gabus: "Habis Digebukin, Lalu Dipeluk?"

Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang penjual es gabus oleh oknum aparat menjadi sorotan publik setelah videonya viral. Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea pun angkat bicara dan menyoroti respons yang diberikan setelah kejadian.

Hotman Paris Kecewa: Pelukan Bukan Pengganti Keadilan

Hotman Paris menyatakan kekecewaannya terhadap respons aparat yang datang memeluk korban setelah video viral. Ia menilai tindakan itu terkesan hanya untuk meredam kemarahan publik.

"Kelihatannya indah ya dipeluk-peluk, seolah-olah damai. Tapi pelukan apa itu? Masak habis digebukin, tiba-tiba datang memeluk-meluk, lalu dianggap selesai?" ujar Hotman Paris dalam pernyataannya.

Hotman menegaskan bahwa gestur simbolis seperti pelukan tidak boleh menghapus tindakan kekerasan yang sudah terjadi. Ia juga mengkhawatirkan kondisi ekonomi korban yang mungkin mudah menerima perdamaian tanpa kejelasan proses hukum.


Halaman:

Komentar