"Banyak sekali, ada kasus-kasus di ATM tiba-tiba dia merasa kok banyak uang saya berkurang. Kita cek transaksi di satu ATM dan kebetulan ada kamera, setelah dilihat (karena) pasangannya," katanya.
Pembobolan kartu ATM juga bisa disebabkan oleh social engineering. BCA selalu mengingatkan nasabah pentingnya keamanan dalam transaksi. Dari komplain para nasabah, para penipu melakukan berbagai pendekatan.
Salah satunya dengan menakut-nakuti anggota keluarga korban masuk rumah sakit atau kecelakaan. Modus kasus tersebut dengan kasus mencoba takut konsumen, sehingga dia transfer karena panik.
"Approach kedua dibikin terlalu senang itu biasanya dapat hadiah loh, dapat tv, dapat bmw baru misalkan. 'Tolong dibayar ya pajaknya', ini adalah cara-caranya modus-modus yang mendorong orang untuk melakukan transfer tanpa melakukan confirm," pungkasnya.
Sumber: kumparan
Artikel Terkait
Hasil Investigasi Polda Metro: Bhabinkamtibmas Tak Terbukti Aniaya Penjual Es Gabus
Habib Bahar bin Smith Jadi Tersangka Penganiayaan Banser, Diperiksa 4 Februari 2026
Puslabfor Polri Ungkap Fakta Bercak Darah di Kamar Lula Lahfah: Hasil Analisis Forensik
Tukang Es Gabus Viral Bohongi Dedi Mulyadi: Fakta Rumah Sendiri Terungkap