NARASIBARU.COM – Memasuki masa transisi kepemerintahan, warga Jakarta khususnya penerima bantuan Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus mulai dihantui oleh kekhawatiran.
Hal tersebut disebabkan karena adanya sejumlah wacana yang mulai mempersoalkan pentingnya program KJP Plus.
Sebab dalam pelaksanaan di masyarakat, penyalahgunaan KJP Plus justru menjadi fenomena yang membawa dampak tambahan.
Bantuan biaya pendidikan semisal KJP Plus yang sedianya dikhususkan untuk memberi akses pendidikan, justru berujung penyalahgunaan.
Baca Juga: KJP Plus Januari 2024 Kapan Cair? Intip Prediksi Tanggal Pencairannya di Sini
Oleh sebagian warga masyarakat penerima manfaat, KJP justru dijadikan sebagai salah satu bentuk agunan atau jaminan.
Hal tersebut biasanya dilakukan oleh oknum orang tua penerima manfaat KJP ketika mengalami kendala keuangan di dalam rumah tangganya.
Artikel Terkait
Hotman Paris Kritik Kasus Penjual Es Gabus: Pelukan Bukan Pengganti Keadilan
Oknum Polisi dan TNI Tuduh Es Gabus Pakai Spons, Hasil Lab Buktikan Aman
Motor Pemberian Kapolres ke Penjual Es Kue Viral Dipakai Anak Ngojek, Dedi Mulyadi Syok
TNI Beri Bantuan Kulkas dan Kasur ke Pedagang Es Gabus Korban Tuduhan Spons