“Diharapkan usulan dari RW diangkat oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) sesuai dengan prioritas kebutuhan dari lingkungan Pondok Jaya, dan yang tidak diprioritaskan bisa masuk kedalam prioritas kecamatan,” kata Hasan Nurdin.
Sementara itu, Nurman Hakim menuturkan, ada beberapa hasil dari Pra Musrenbang yang dibahas di Musrenbang 2025 kali ini. Anggaran yang diberikan dari Bappeda berjumlah Rp2,5 miliar untuk Pembangunan fisik dan non fisik di Kelurahan Pondok Jaya.
“Yang menjadi fokus pembangunan saat ini adalah pembangunan SDM. Ada pembangunan Posyandu di RW1 dan peningkatan Kampung Caraka yang akan menjadi prioritas, sesuai dengan tema kesejahteraan,” jelas Nurman Hakim.
Baca Juga: Asyiknya Liburan di Rancaekek Waterpark, Bisa Seru-Seruan Main Air Sepuasnya, Tiket Masuk Rp20 Ribu
Nurman Hakim menambahkan, kedepannya pembangunan di Pondok Jaya dapat merata diseluruh RW.
“Saya kan sudah pindah ke Kelurahan Pondok Cina saat ini, semoga kedepannya dibawah pimpinan lurah yang baru Pondok Jaya semakin berkembang dalam Pembangunan di wilayahnya,” ungkap Nurman Hakim.
Lurah Pondok Jaya, Denny Ferdian menyatakan, pembangunan di Pondok Jaya masih fokus ke infrastruktur. Pembangunan fisik sebanyak 50 persen dan 50 persen lagi di pembangunan non fisik dan SDM.
Baca Juga: DPUPR Depok Angkut Material Longsor di D'Azkana Village Krukut
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: radardepok.com
Artikel Terkait
Suderajat Ungkap Penganiayaan Preman Sebelum Viral: Kronologi Lengkap Kasus Penjual Es
Hotman Paris Kritik Kasus Penjual Es Gabus: Pelukan Bukan Pengganti Keadilan
Oknum Polisi dan TNI Tuduh Es Gabus Pakai Spons, Hasil Lab Buktikan Aman
Motor Pemberian Kapolres ke Penjual Es Kue Viral Dipakai Anak Ngojek, Dedi Mulyadi Syok