Berikut ini kisah almarhum Buya Syakur, putra daerah Jawa Barat yang sempat habiskan 20 tahun belajar di luar negeri.
Mengutip suara.com, selama bersekolah di pondok pesantren, Buya Syakur termasuk siswa yang aktif.
Ia mendalami pembelajaran bahasa Arab hingga menjadi salah satu penerjemah, serta pengkaji Al Quran ke dalam bahasa Indonesia.
Usai lulus dari pondok pesantren, Buya Syakur yang punya niat kuat untuk belajar akhirnya bisa berkelana ke luar negeri.
Buya Syakur melanjutkan pendidikan tinggi di Kairo, Mesir.
Selama berkuliah, Buya Syakur pun tetap menjadi mahasiswa yang aktif dan pernah menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Kairo.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: metropolitan.id
Artikel Terkait
Hasil Investigasi Polda Metro: Bhabinkamtibmas Tak Terbukti Aniaya Penjual Es Gabus
Habib Bahar bin Smith Jadi Tersangka Penganiayaan Banser, Diperiksa 4 Februari 2026
Puslabfor Polri Ungkap Fakta Bercak Darah di Kamar Lula Lahfah: Hasil Analisis Forensik
Tukang Es Gabus Viral Bohongi Dedi Mulyadi: Fakta Rumah Sendiri Terungkap