"Sama sopir, sopir diam sendiri, tenang aja," sahut Bahar.
"Tungguin," timpalnya.
"Oke jangan lama-lama. Waktu saya mahal soalnya," sahut Bahar lagi.
"Jangan panik," ledek Qori.
"Bukan panik, kalau panik nggak mungkin saya datang ke markas kau," jawab Bahar mematikan telepon.
"Mau lihat nyali dia sampai dimana," kata Bahar lagi.
Beruntung, perseteruan antara Bahar dan Qori ini berhasil dilerai petugas kepolisian dan TNI setempat.
Polisi berusaha menenangkan Habib Bahar agar tak perlu mendatangi Qori.
"Dia mau tes uji nyali saya, saya datang, atau nggak saya aja yang ke sana. Bapak (polisi) lihat aja, nanti siapa yang mati," kata Bahar.
Mendengar hal itu, polisi yang berada di dekatnya itu pun kembali berusaha menenangkan.
Ia berharap, agar masalah ini diselesaikan baik-baik sehingga tidak ada yang tersangkut ke masalah hukum.
"Ga apa saya udah biasa masuk penjara," jawab Bahar.
Sumber: viva
Artikel Terkait
Bus Transjakarta Ngebul di Halte Pancoran: Penyebab, Kronologi, dan Tindak Lanjut
Ketua BEM UGM Diteror: Kronologi Lengkap, Penyebab Surat ke UNICEF, dan Respons Kampus
Viral Tahlilan di Depan Rumah Jokowi Solo: Dukungan atau Aneh? Fakta & Analisis
Kasus AKBP Didik & Aipda Dianita: Koper Narkoba, Saksi, dan Dugaan Suap Rp1 Miliar