AS dan Israel mengklaim serangan itu untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir. Namun Iran menegaskan bahwa program nuklirnya hanya untuk tujuan damai dan sipil.
Araqchi menyebut kerusakan yang ditimbulkan di fasilitas nuklir Iran cukup besar, dan pihak berwenang kini sedang mengevaluasi kondisi terbaru. Hasil evaluasi ini akan memengaruhi sikap Iran dalam perundingan selanjutnya.
Sebelumnya, Trump menyatakan bahwa Washington akan berbicara dengan Iran minggu depan.
"Kami akan berbicara dengan mereka. Mungkin kami akan menandatangani kesepakatan. Saya tidak yakin, karena menurut saya itu tidak terlalu penting," kata Trump pada hari Rabu.
Trump juga mengatakan bahwa saat ini Iran lebih fokus memulihkan kondisi mereka ketimbang melanjutkan pengayaan uranium, merujuk pada tuduhan negara Barat bahwa Iran telah memperkaya uranium mendekati level senjata nuklir.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
KPK Tetapkan Mantan Menag Yaqut Tersangka Korupsi Kuota Haji: Rp100 Miliar Dikembalikan
Timothy Ronald Dilaporkan Polisi: Kronologi Penipuan Kripto Rugikan Korban Rp 3 Miliar
AS Serukan Evakuasi Warga dari Iran 2026: Ancaman Serangan, Penyebab & Panduan Darurat
Video Batang Timur 16 Detik Viral: Fakta, Modus Love Scam & Bahaya