Salah satu keunggulan Rimueng terletak pada bodi full armor yang dirancang menahan serangan senjata ringan. Bobot tempur kendaraan ini berkisar 6,6 ton hingga 14 ton, tergantung konfigurasi proteksi yang digunakan. Tidak hanya bodinya, kaca depan dan samping juga telah menggunakan material anti peluru dengan standar NIJ Level 3.
Untuk mendukung mobilitas, Rimeung mengandalkan mesin diesel berkapasitas 3.200 cc. Rantis ini sanggup melaju hingga 100 km/jam di jalan perkotaan. Di medan ekstrem, Rimueng tetap tangguh dengan kemampuan menaklukkan tanjakan hingga 60 derajat dengan kecepatan stabil sekitar 60 km/jam.
Selain perlindungan lapis baja, Rimueng juga dilengkapi berbagai fitur taktis. Pada bagian atas terdapat mounting gun untuk senapan serbu serta sistem pelontar gas air mata kaliber 38 mm dengan kapasitas hingga 15 peluru otomatis. Fitur ini membuatnya sangat efektif digunakan dalam pengamanan demonstrasi, operasi anti huru-hara, maupun misi khusus Brimob
Sumber: inews
Artikel Terkait
Program Makan Bergizi (MBG) Bappenas: Lebih Mendesak dari Lapangan Kerja?
Anwar Abbas Peringatkan Prabowo Soal Dewan Perdamaian AS-Israel: Analisis Risiko & Dana Rp16,7 T untuk Gaza
Deddy Corbuzier Beri Bantuan Tempat Usaha untuk Penjual Es Gabus yang Difitnah: Kronologi & Kritiknya
Perluasan Sawit di Papua: 5 Manfaat Besar untuk Ekonomi, OAP, dan Energi Nasional