Hal itu diutarakan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD saat menghadiri Halal Bi Halal ICMI dan Silaturahmi Tokoh Bangsa di Kemenko Polhukam, Sabtu (13/5/2023).
“Salah satu hal penting dari asal kejadian Indonesia ini adalah Indonesia ini dibangun sebagai negara yang disebut Religius Nation State, negara kebangsaan yang religius, negara kebangsaan yang berketuhanan, negara kebangsaan yang beragama. Itu kuncinya,” kata Mahfud.
Dalam kesempatan itu, Mahfud juga mengungkapkan ciri bahwa Indonesia sebagai religion nation state.
“Apa cirinya? Karena beragama berketuhanan, sedangkan Tuhan itu setiap manusia bisa menyebutnya beda-beda, itu menarik, Tuhan tuh, saya baru berkata begini, alangkah tolerannya Tuhan kita Allah Ta’ala itu.”
“Kenapa coba? Kalau kita salat Jumat itu Imam membacakan Alquran Ya Ayyuhalladzina Amanu Taqullahah, hai orang yang sudah beriman bertakwalah kamu kepada Allah. Allah sebut dirinya tuh Allah, tapi kalau bicara ke manusia terkadang Tuhan itu mengatakan ya ayyuhannasu budu rabbakumulladzi, hai manusia sembahlah Tuhanmu, nggak bilang hai manusia sembahlah Allah ndak, karena Allah tahu, manusia Tuhannya sebutannya beda-beda. Maka Allah, sembahlah Tuhanmu. Siapa Tuhanmu? Setiap orang setiap pemeluk agama sebutan atau dzat Tuhannya itu bisa dihayati secara berbeda-beda,” ulas Mahfud.
Oleh karena itu, Mahfud menegaskan dari dasar itulah maka Indonesia dibangun sebagai religius nation state.
Artikel Terkait
Dugaan Aliran Uang Rp50 Juta untuk Ibu Menteri Terungkap di Sidang Kasus K3 Kemnaker
Dokumen Epstein Ungkap Hubungan Hary Tanoe & Trump, Misteri Indonesian CIA Terbongkar
Dokumen Epstein Ungkap Kunjungan ke Bali 2002 dan Tautan ke Donald Trump
10 Surat Tanah Tidak Berlaku 2026: Segera Urus Sertifikat di BPN!