Majalah Air & Space Forces melaporkan, penerbangan itu merupakan bentuk unjuk kekuatan terhadap Venezuela dan kartel narkoba. Disebutkan, misi itu merupakan yang ketiga dilakukan pesawat pengebom AS sejak 15 Oktober.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth pekan lalu mengatakan, militernya telah melakukan dua serangan kinetik mematikan di Samudera Pasifik bagian timur, menargetkan kapal-kapal yang diduga melakukan perdagangan narkoba. Serangan sebelumnya menargetkan kapal-kapal di Laut Karibia selatan.
Portal berita AS Axios pekan lalu juga melaporkan, badan intelijen AS CIA memantau pergerakan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, di tengah optimisme AS bahwa dia akan dilengserkan dari kekuasaan atau mengundurkan diri
Sumber: inews
Artikel Terkait
Proyek Lumbung Pangan Disorot: Anggaran 2025 Dipakai di 2024 & Potensi Kerugian Negara
Iran Ancam Serang Jantung Tel Aviv: Analisis Ancaman Militer & Respons AS
Ledakan di Teheran: Uji Coba Militer Iran di Tengah Ancaman AS dan Eskalasi Ketegangan
SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Dampak Restorative Justice pada Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis