Mahfud MD Pertanyakan Jaminan Indonesia ke China untuk Proyek Kereta Cepat Whoosh
Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan HAM RI (Menkopolhukam) Mahfud MD menyoroti peralihan mitra kerja sama dari Jepang ke China dalam pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh. Menurut Mahfud, peralihan ini menimbulkan kecurigaan publik, terutama karena nilai proyek Whoosh menjadi lebih tinggi.
Kekhawatiran Mahfud MD atas Kontrak dan Klausul Rahasia
Mahfud MD mengungkapkan adanya studi dari Deutsche Welle, Jerman, yang menganalisis 142 perjanjian kontrak China dengan 24 negara berkembang. Studi yang dipublikasikan pada 31 Maret 2021 tersebut mengungkap bahwa isi perjanjian kontrak China yang paling utama adalah kerahasiaan isi kontrak.
Selain itu, negara peminjam utang kepada China diwajibkan untuk memberikan agunan atau aset berharga sebagai jaminan. Klausul ini memunculkan pertanyaan besar: jaminan apa yang diberikan pemerintah Indonesia kepada China dalam proyek Whoosh?
Potensi Risiko Gagal Bayar dan Pengambilalihan Aset
Mahfud MD mengingatkan contoh Sri Lanka, yang harus menyerahkan pelabuhannya kepada China karena gagal bayar utang. Ia menegaskan bahwa jika terjadi gagal bayar, China bisa menganggap Indonesia melakukan wanprestasi dan mengambil tindakan sesuai dengan jaminan yang disepakati.
Oleh karena itu, Mahfud menilai penyelidikan dugaan korupsi proyek Whoosh harus dimulai dengan mengungkap dokumen kesepakatan Indonesia dengan China. Ia mendorong Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mencari dokumen perjanjian kontrak tersebut.
Artikel Terkait
Anwar Abbas Peringatkan Prabowo Soal Dewan Perdamaian AS-Israel: Analisis Risiko & Dana Rp16,7 T untuk Gaza
Deddy Corbuzier Beri Bantuan Tempat Usaha untuk Penjual Es Gabus yang Difitnah: Kronologi & Kritiknya
Perluasan Sawit di Papua: 5 Manfaat Besar untuk Ekonomi, OAP, dan Energi Nasional
Proyek Lumbung Pangan Disorot: Anggaran 2025 Dipakai di 2024 & Potensi Kerugian Negara