Analisis Kasus Ijazah Jokowi: Transparansi, Uji Forensik, dan Pertanyaan Publik

- Minggu, 04 Januari 2026 | 07:25 WIB
Analisis Kasus Ijazah Jokowi: Transparansi, Uji Forensik, dan Pertanyaan Publik

Analisis Kasus Ijazah Jokowi: Transparansi dan Pertanyaan Publik yang Mengemuka

Pernyataan Pakar Sosiologi Hukum Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ciek Julyati Hisyam, dalam talkshow Catatan Demokrasi tvOne, mengemuka sebagai sorotan utama. Ia menyatakan, "Kalau memang betul itu ada aslinya, pasti siapapun berani akan menunjukkannya." Pernyataan ini merujuk pada dokumen ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dipertanyakan keasliannya.

Ciek Julyati juga menyoroti proses penyidikan yang dianggap kurang transparan. Ia mempertanyakan mengapa ijazah tersebut hanya diperlihatkan, bukan diserahkan untuk uji forensik independen oleh pihak seperti Roy Suryo, jika tujuannya adalah kejelasan.

Perbandingan dengan Kasus Arsul Sani: Contoh Transparansi

Analisis ini membandingkannya dengan sikap Arsul Sani yang pernah menghadapi tuduhan serupa. Arsul Sani dengan mudah membuka dan menunjukkan ijazah serta nilai akademiknya kepada publik tanpa keraguan. Ia tidak merasa perlu menyewa kuasa hukum khusus atau mengkhawatirkan dampak chaos, karena keyakinan akan keaslian dokumennya.

Pertanyaan yang muncul adalah, jika figur publik seperti Arsul Sani dapat bertindak terbuka, mengapa Presiden Jokowi, sebagai pemimpin dua periode, terkesan tidak melakukan hal serupa? Logika sederhana ini mewakili kegelisahan sebagian masyarakat.

Kesimpangsiuran Informasi dan Manuver Publik

Kasus ini dinilai sarat dengan kesimpangsiuran informasi sejak awal. Dua contoh yang mencolok adalah klaim dari pendukung Jokowi. Pertama, organisasi pendukung (Projo) yang menyatakan telah melihat ijazah asli di kediaman Jokowi, padahal dokumen tersebut ternyata telah disita oleh Polda Metro Jaya. Kedua, pernyataan Andi Azwan yang mengaku melakukan scan ijazah asli, yang juga bertentangan dengan fakta bahwa dokumen berada dalam penguasaan penyidik.


Halaman:

Komentar