Mengungkap Cara Kerja CIA dalam Operasi Penangkapan Presiden Maduro
NARASIBARU.COM - Presiden Donald Trump memberikan kesempatan terakhir kepada pemimpin Venezuela, Nicolás Maduro, untuk mundur dari jabatannya. Dalam panggilan telepon pribadi seminggu sebelum operasi, Trump mendesak Maduro untuk mengundurkan diri, namun permintaan itu ditolak. Penolakan ini menjadi pemicu fase akhir dari rencana rahasia dan berisiko tinggi untuk menggulingkan Maduro secara paksa.
1. CIA Melacak Pola dan Kebiasaan Maduro Secara Intensif
Saat armada kapal perang AS berlayar di dekat perairan Venezuela, sebuah tim khusus CIA telah menyusup masuk ke negara tersebut. Misi mereka adalah melacak dan memetakan setiap pergerakan dan kebiasaan Presiden Maduro secara detail, mulai dari tempat tidur, pola makan, hingga rutinitas perjalanannya. Intelijen yang dikumpulkan bahkan mencakup informasi tentang hewan peliharaan Maduro, memberikan gambaran yang sangat mendalam bagi perencana operasi.
Presiden Trump dalam konferensi pers di Mar-a-Lago mengungkapkan bahwa Maduro hampir menyerah, namun akhirnya memilih untuk bertahan. Keputusan inilah yang kemudian memicu eksekusi "Operasi Absolute Resolve", sebuah aksi militer paling berani selama masa kepresidenan Trump.
2. Infiltrasi dan Pelatihan Pasukan Khusus Berbulan-bulan Sebelumnya
Operasi ini telah dipersiapkan matang selama berbulan-bulan. Sejak Agustus, CIA diam-diam mengirimkan unit kecil ke Venezuela untuk mengumpulkan "wawasan luar biasa" tentang target. Pasukan elit yang ditugaskan menjalani pelatihan intensif, termasuk menggunakan replika kompleks kepresidenan yang dibangun berdasarkan data intelijen. Metode pelatihan ini mirip dengan persiapan operasi pembunuhan Osama bin Laden pada 2011.
Artikel Terkait
Nadiem Makarim Bongkar Resistensi Pihak Lama di Kemendikbudristek Saat Sidang Tipikor
Minyak Jelantah Pertamina: Solusi Indonesia Tekan Impor Solar & Wujudkan Ketahanan Energi
Viral Video Mesum di RSUD Kudus: Investigasi Oknum Pegawai di Ruang Jenazah
Miliarder Dubai Kritik AS Tangkap Maduro: Pelanggaran Kedaulatan Venezuela?