Wacana Koalisi Permanen Golkar Dinilai Hanya Jargon Politik
Wacana Partai Golkar tentang pembentukan koalisi permanen dinilai hanya akan berakhir sebagai jargon politik belaka. Sejarah mencatat, partai berlambang pohon beringin ini justru kerap menjadi pihak yang paling tidak konsisten dalam menjaga komitmen koalisi.
Pengamat politik dari Citra Institute, Efriza, menegaskan bahwa watak politik Golkar sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sarat dengan inkonsistensi dan kecenderungan untuk membelot dari barisan pendukung pemerintah.
"Golkar bicara koalisi permanen, tapi justru Golkar sendiri yang selama ini membuat koalisi rapuh. Kalau kita belajar dari sejarah politik era reformasi, polanya selalu berulang," kata Efriza dalam keterangannya.
Artikel Terkait
Partai Buruh Tolak Pilkada Lewat DPRD, Usung Sistem Langsung Demi Kedaulatan Rakyat
Analisis Republik Fufufafa Slank: Peringatan Bahaya Laten Hingga Pemilu 2029
Adhie M Massardi: Indonesia Kehilangan Peradaban? Analisis Krisis Etika dan Moral
Prabowo Ungkap Dilema Menteri Turun ke Lokasi Bencana: Dikritik atau Dibilang Tak Peduli