Miliarder Dubai Geram AS Tangkap Maduro: "Apa Hak Amerika Serang Negara Berdaulat?"
Seorang miliarder ternama asal Dubai menyatakan keterkejutannya atas tindakan Amerika Serikat yang menyerang dan menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Khalaf Al Habtoor, ketua Al Habtoor Group, secara terbuka mempertanyakan legitimasi aksi AS tersebut.
"Siapa yang memberikan izin Amerika? Apa hak Amerika untuk menyerang negara berdaulat?" tanya Al Habtoor seperti dikutip dari Khaleej Times, Senin (5/1/2026).
Kritik Terhadap Logika AS Bawah Pimpinan Trump
Al Habtoor menyoroti pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengumumkan penangkapan Maduro dan rencana AS untuk mengambil alih pemerintahan Venezuela. Ia heran dengan logika yang membenarkan sebuah negara dengan 30 juta penduduk bisa dikuasai hanya melalui sebuah keputusan sepihak.
"Bagaimana mungkin nasib seluruh rakyat ditentukan dengan begitu mudahnya?" ujarnya.
Pernyataan Trump dan Klaim atas Minyak Venezuela
Pada pengumuman di hari Sabtu, Trump menyatakan AS akan mengelola Venezuela pasca-penangkapan Maduro dan akan mengambil kembali minyak negara tersebut. Alasannya, minyak itu akan digunakan untuk mengganti pengeluaran Washington di masa lalu.
Artikel Terkait
Prabowo Sindir Pakar Medsos & Podcast: Bicara Asal dan Suka Ngarang
Kesaksian Prajurit Venezuela: Detik-Detik Serangan AS 2026 dan Ledakan Dahsyat
Partai Demokrat Laporkan 4 Akun Medsos ke Polda Metro Jaya Terkait Isu Ijazah Jokowi dan SBY
Ketegangan AS-Colombia 2026: Ancaman Trump dan Respons Petro yang Mengguncang Hubungan Bilateral