Kuba Kecam Penangkapan Maduro: Siap Berjuang untuk Venezuela dan Tolak Dominasi AS
Presiden Kuba, Miguel Díaz-Canel Bermúdez, secara keras mengecam upaya penangkapan terhadap Presiden Venezuela, Nicolás Maduro. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk terorisme negara yang menargetkan pemimpin sah yang dipilih secara demokratis oleh rakyat.
Menurut Díaz-Canel, penculikan seorang kepala negara adalah pelanggaran serius terhadap kedaulatan dan hukum internasional yang tidak boleh ditutup-tutupi atau diterima oleh komunitas global.
Penolakan Terhadap Doktrin Monroe dan Kepentingan Imperialis
Presiden Kuba dengan tegas menolak anggapan bahwa Amerika Latin adalah "halaman belakang" Amerika Serikat. Ia menuding bahwa kepentingan utama pihak imperialis adalah menguasai minyak, tanah, dan sumber daya alam Venezuela yang melimpah.
"Tujuan kaum imperialis adalah minyak Venezuela, tanah dan sumber daya alamnya. Tidak, Tuan-tuan imperialis, ini bukan ‘halaman belakang’ Anda," tegas Díaz-Canel seperti dilansir media.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Kuba tidak mengakui Doktrin Monroe maupun kekuasaan asing mana pun di atas kedaulatan bangsa-bangsa Amerika Latin.
Artikel Terkait
Prabowo Sindir Pakar Medsos & Podcast: Bicara Asal dan Suka Ngarang
Kesaksian Prajurit Venezuela: Detik-Detik Serangan AS 2026 dan Ledakan Dahsyat
Partai Demokrat Laporkan 4 Akun Medsos ke Polda Metro Jaya Terkait Isu Ijazah Jokowi dan SBY
Ketegangan AS-Colombia 2026: Ancaman Trump dan Respons Petro yang Mengguncang Hubungan Bilateral