Merespons hal ini, Al Habtoor berkomentar, "Saya terkejut! Apakah kedaulatan negara telah menjadi hal yang sepele? Apakah sudah dapat diterima jika satu pihak memutuskan siapa yang memerintah?"
Ini Bukan Hanya Persoalan Politik, Tapi Etika
Lebih lanjut, miliarder yang dikenal sebagai filantropis itu menegaskan bahwa kasus ini melampaui perselisihan politik atau diplomatik biasa.
"Ini adalah pertanyaan etika dan kemanusiaan sebelum menjadi pertanyaan politik: Siapa yang memberikan hak ini, dan siapa yang membiarkan sebuah negara dijadikan sandera? Bagaimana sikap komunitas internasional dan PBB?" paparnya di platform media sosial.
Peringatan Bahaya Preseden Pelanggaran Kedaulatan
Al Habtoor memperingatkan bahwa tindakan AS terhadap Venezuela membuka pintu berbahaya bagi pelanggaran kedaulatan di tingkat global. Ia khawatir preseden ini akan membawa dampak yang tidak terduga bagi tatanan dunia.
Khalaf Al Habtoor dikenal vokal menyuarakan isu politik, sosial, dan moral. Pada Oktober 2025, ia pernah mengirim surat terbuka kepada Presiden AS berisi proposal rekonstruksi Gaza. Baru-baru ini, ia juga aktif mendorong pemuda Emirat untuk menikah demi kelangsungan dan kohesi sosial masyarakat.
Artikel Terkait
Waspada! Bahaya Link Video Bocil Block Blast Viral: Hoaks, Phishing & Cara Aman
MUI Kritik KUHP Baru: Ancaman Pidana Nikah Siri & Poligami Bertentangan Syariat Islam
Ramalan The Simpsons Kematian Donald Trump 2026: Fakta atau Hoaks AI?
Prabowo Target Swasembada Pangan 1 Tahun: Negara Kaya, Rakyat Miskin Tidak Masuk Akal