Ketegangan AS-Colombia 2026: Ancaman Trump dan Respons Petro yang Mengguncang Hubungan Bilateral

- Selasa, 06 Januari 2026 | 10:50 WIB
Ketegangan AS-Colombia 2026: Ancaman Trump dan Respons Petro yang Mengguncang Hubungan Bilateral

Ketegangan AS-Colombia Memanas: Trump Sebut Petro "Pria Sakit", Ancaman Balas Dendam Bergema

Pada 5 Januari 2026, dunia dikejutkan oleh ketegangan diplomatik baru antara Amerika Serikat dan Colombia. Donald Trump secara terbuka menyebut Presiden Colombia, Gustavo Petro, sebagai "pria sakit yang suka memproduksi kokain dan menjualnya ke AS". Ancaman untuk "berhati-hati" dari Trump dibalas Petro dengan pernyataan pedih akan "kembali mengangkat senjata" demi tanah airnya. Insiden ini mengungkap kedalaman friksi dan warisan kebijakan intimidasi AS di Amerika Latin.

Doktrin Monroe ke Doktrin Donald: Warisan Intervensi AS di Amerika Latin

Insiden ini bukanlah hal baru, melainkan gema dari kebijakan "halaman belakang" Washington yang berusia dua abad. Intervensi militer AS di Venezuela di bawah Trump disebut-sebut sebagai evolusi dari Doktrin Monroe, menjadi hak intervensi yang lebih terbuka. Pencabutan status Colombia sebagai "sekutu perang melawan narkoba" oleh AS dianggap sebagai hukuman politik terhadap negara yang tidak patuh. Presiden Petro sendiri mengkritik bahwa pendekatan represif justru melahirkan lebih banyak gerilyawan dan kemarahan rakyat.

Stigma dan Penghinaan: Dampak Tuduhan Trump terhadap Demokrasi Colombia

Tuduhan tanpa bukti dari Trump terhadap Petro tidak hanya merupakan fitnah personal, tetapi juga penghinaan terhadap sistem demokrasi Colombia dan pilihan jutaan rakyatnya. Ironisnya, hal ini terjadi ketika AS selama puluhan tahun menjalankan perang melawan narkoba di wilayah tersebut yang seringkali kontraproduktif. Retorika pemimpin AS yang merosot seperti pertikaian jalanan justru mengerdilkan klaim "tujuan mulia" yang selalu digaungkan.


Halaman:

Komentar