Tak lama setelah itu, sebuah benda jatuh di dekat posisinya. Ledakan yang menyusul begitu kuat hingga melemparkan Ricardo dan seorang rekannya ke tanah. "Sesaat kemudian, sesuatu jatuh di dekat saya, sebuah bom, saya tidak tahu. Lalu saya dan seorang prajurit terpental akibat ledakan," kisahnya.
Tekad Membara di Tengah Trauma dan Ketegangan
Meski mengalami kejadian traumatis, Ricardo menyatakan komitmennya tak goyah. Serangan itu justru memantapkan tekadnya untuk membela kedaulatan Venezuela. "Saya akan selalu siap membela tanah air saya," tegasnya.
Kesaksian ini memberikan gambaran nyata dampak psikologis dan fisik serangan udara terhadap personel militer. Hingga kini, ketegangan di Venezuela masih tinggi pasca-insiden tersebut, dengan para prajurit tetap berjaga di posisi masing-masing menghadapi risiko yang belum usai.
Artikel Terkait
AS Tarik Diri dari 66 Organisasi Internasional: Dampak dan Kekhawatiran Indonesia
Video Call Parera 11 Menit Viral: Fakta, Modus, dan Bahaya Penyebaran Ilegal
Panduan Lengkap Pengiriman Laut China ke UAE: Dokumen, Bea Cukai & Tips 2024
Iran Siaga Tempur Tertinggi, Trump Beri Peringatan Keras: Analisis Ketegangan AS-Iran 2024