“Ini bukan sekadar persaingan geopolitik, melainkan perjuangan eksistensial. Globalisme tidak memberi ruang bagi alternatif kekuatan,” tegasnya.
Strategi dan Langkah yang Diperlukan
Trenin mendorong Rusia untuk beralih ke strategi mobilisasi nasional, termasuk penguatan teknologi, ekonomi, dan kerja sama dengan mitra seperti Belarus. Ia juga melihat keretakan internal di Uni Eropa sebagai celah strategis.
Dinamika politik AS, seperti kemungkinan kembalinya Donald Trump, dinilai dapat memberi ruang untuk menurunkan tekanan militer terhadap Rusia. Namun, Trenin juga menyatakan Rusia harus siap mengambil langkah preemptif, termasuk penggunaan senjata strategis, jika eskalasi tidak terhindarkan.
Medan Perang Masa Kini
Keberhasilan dalam konflik global ini, menurutnya, diukur dari kemampuan menggagalkan strategi lawan. Medan perang kini meliputi seluruh aspek, dari militer hingga perang narasi dan opini publik.
“Era ilusi telah berakhir. Dunia berada dalam konflik global, dan satu-satunya pilihan adalah bertindak secara berani, terukur, dan strategis,” pungkas Dmitry Trenin.
Artikel Terkait
SBY Peringatkan Bahaya Konflik: Persaudaraan Kunci Utama Bangsa Kuat
Gus Yaqut Tersangka Korupsi Kuota Haji 2024: Kronologi, Kerugian Negara, dan Respons Yudo Sadewa
Khairun Nisya Dapat Beasiswa Pramugari Gratis dari Aeronef Academy Usai Viral
Hegemoni AS di Venezuela: Analisis Intervensi, Minyak, dan Ancaman Kedaulatan