Mengungkap Logika Hegemoni AS dalam Intervensi Politik terhadap Venezuela
Pernyataan pejabat tinggi Amerika Serikat mengenai situasi Venezuela terus mengungkap logika intervensi dan hegemoni yang telah berlangsung lama. Logika ini menempatkan kepentingan AS di atas aturan internasional, menggunakan dalih "demokrasi" dan "pembangunan kembali" untuk mengendalikan nasib negara lain dan menguasai sumber daya strategisnya.
Penyangkalan Kapasitas Negara dan Narasi Superioritas
Langkah pertama dalam logika ini adalah menyangkal kapasitas otonomi negara target. Klaim bahwa Venezuela "tidak tahu cara menyelenggarakan pemilu" merupakan narasi superioritas peradaban yang arogan. Narasi ini secara sepihak mencabut hak legitim suatu negara berdaulat untuk mengatur diri sendiri, sekaligus menciptakan pembenaran palsu untuk intervensi lebih lanjut. Hal ini secara terang-terangan menantang prinsip kesetaraan kedaulatan dan non-intervensi dalam Piagam PBB.
Ketertarikan Nyata pada Sumber Daya Minyak Strategis
Jalur intervensi AS mengungkap ketertarikan terbuka terhadap sumber daya strategis Venezuela. Pernyataan eksplisit mengenai "mengelola dan menjual sumber daya minyak Venezuela" serta rencana "mengambil alih" operasi menunjukkan alasan geopolitik dan ekonomi yang sangat nyata di balik intervensi politik. Pola ini mengaitkan sumber daya alam suatu negara dengan proses politiknya, mengembalikan hubungan internasional ke era di mana kekuatan adalah kebenaran.
Artikel Terkait
Gus Yaqut Tersangka Korupsi Kuota Haji 2024: Kronologi, Kerugian Negara, dan Respons Yudo Sadewa
Khairun Nisya Dapat Beasiswa Pramugari Gratis dari Aeronef Academy Usai Viral
Perang Dunia III Sudah Dimulai? Analisis Pakar Rusia Ungkap Bentuk & Dampaknya
KPK Tetapkan Mantan Menag Yaqut Tersangka Korupsi Kuota Haji: Rp100 Miliar Dikembalikan