Kekhawatiran Negara Arab dan Risiko Konflik Regional
Di sisi lain, negara-negara Arab di kawasan Teluk dilaporkan merasa cemas. Mereka khawatir pecahnya konflik akan mengakibatkan destabilisasi masif di Timur Tengah. Negara-negara tersebut dikabarkan aktif melobi Washington untuk menghindari aksi militer, dengan menyoroti dua risiko utama: gangguan parah pada pasar minyak dunia dan potensi eskalasi menjadi perang regional yang lebih luas yang sulit dikendalikan.
Latar Belakang: Protes Dalam Negeri dan Tuduhan Campur Tangan Asing
Peringatan serangan ini muncul di tengah gelombang protes dalam negeri Iran yang dipicu keluhan ekonomi sejak 28 Desember. Otoritas Iran secara konsisten menuduh Amerika Serikat dan Israel berada di balik upaya mengobarkan keresahan dan ketidakstabilan di negara mereka.
Bagi banyak negara di kawasan, termasuk Turkiye, yang menolak intervensi asing, kemungkinan serangan mendadak AS dipandang sebagai ancaman besar terhadap stabilitas. Skenario terburuknya adalah memicu konflik dahsyat yang dapat dengan cepat meluas melintasi batas-batas negara, mengguncang fondasi keamanan dan politik di seluruh Timur Tengah.
Artikel Terkait
Viral Video Kontainer iPhone di Laut Utara Jawa: Hoax AI atau Fakta?
Wajib Pajak Gowa Kena Surat Paksa Rp265 Juta, Protes Standar Ganda KPP Bantaeng
Demo Buruh 15 Januari 2026: Tuntutan UMP DKI Naik Rp5,89 Juta & UU Baru
Sidang Ijazah Jokowi: Oegroseno Kritik Penyitaan & Ungkap Perbedaan Dokumen