Krisis Iran: Pejabat Eropa Khawatir Serangan Militer AS Bisa Terjadi dalam 24 Jam
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran mencapai titik didih. Sumber-sumber pejabat Eropa yang tidak disebutkan namanya melaporkan keyakinan bahwa AS berpotensi melancarkan serangan militer terhadap Iran dalam waktu 24 jam ke depan. Peringatan mendesak ini muncul setelah serangkaian pernyataan provokatif dari mantan Presiden AS, Donald Trump, yang secara terbuka mendukung para pengunjuk rasa di Iran.
Pemicu: Pernyataan Provokatif dan Dukungan Terbuka untuk Demonstran
Eskalasi ketegangan dipicu oleh pernyataan langsung Donald Trump di media sosial. Trump menyapa para demonstran anti-pemerintah Iran dengan pesan, "Bantuan sedang dalam perjalanan. Patriot Iran, teruslah berdemonstrasi – ambil alih institusi-institusi kalian." Ia juga mendorong mereka untuk mendokumentasikan pelaku kekerasan, dengan ancaman bahwa mereka akan "membayar harga yang sangat mahal". Pernyataan ini ditafsirkan luas sebagai sinyal kuat kemungkinan intervensi militer AS.
Laporan Intelijen dan Opsi Militer yang Aktif Ditinjau
Kekhawatiran Eropa ini diperkuat oleh laporan media AS sebelumnya yang mengungkap bahwa pemerintah Washington secara aktif sedang meninjau opsi-opsi militer terhadap Teheran. Analisis terbaru dari para diplomat Eropa kini menilai bahwa intervensi militer bisa dimulai dalam kerangka waktu yang sangat singkat, yaitu 24 jam. Linimasa yang mengkhawatirkan ini telah memicu upaya diplomatik intensif untuk mencegah konflik terbuka.
Artikel Terkait
Viral Video Kontainer iPhone di Laut Utara Jawa: Hoax AI atau Fakta?
Wajib Pajak Gowa Kena Surat Paksa Rp265 Juta, Protes Standar Ganda KPP Bantaeng
Demo Buruh 15 Januari 2026: Tuntutan UMP DKI Naik Rp5,89 Juta & UU Baru
Sidang Ijazah Jokowi: Oegroseno Kritik Penyitaan & Ungkap Perbedaan Dokumen