Para psikolog menyoroti bahwa trauma yang dialami tentara Israel tidak hanya berasal dari ketakutan akan kematian, tetapi juga dari apa yang disebut sebagai "cedera moral" (moral injury).
Ronen Sidi, psikolog klinis dari Emek Medical Center, menjelaskan bahwa cedera moral muncul ketika tindakan seorang tentara di medan perang bertentangan dengan nilai moral pribadinya. Banyak prajurit yang bergulat dengan rasa bersalah mendalam atas keputusan sepersekian detik yang berujung pada korban di pihak sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.
"Hidup dengan perasaan bahwa Anda telah membunuh orang yang tidak bersalah adalah perasaan yang sangat sulit dan Anda tidak dapat memperbaiki apa yang telah Anda lakukan," ujar Sidi.
Sistem Penanganan Kewalahan dan Birokrasi yang Berbelit
Di tengah lonjakan kasus, institusi kesehatan mental di Israel dilaporkan kewalahan. Banyak mantan tentara kesulitan mendapatkan akses terapi yang memadai.
Proses untuk mendapatkan bantuan dari negara juga dihambat oleh birokrasi yang rumit. Tentara harus melalui komite penilaian Kementerian Pertahanan yang prosesnya bisa memakan waktu berbulan-bulan, seringkali membuat mereka putus asa dan enggan melanjutkan.
Peringatan Para Ahli: Risiko akan Semakin Tinggi jika Tidak Ditangani
Para ahli memperingatkan bahwa tanpa penanganan yang tepat dan segera, risiko bunuh diri atau tindakan menyakiti diri sendiri di antara veteran perang akan meningkat drastis. Krisis kesehatan mental ini menjadi beban tambahan yang berat bagi Israel, di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.
"Institusi kesehatan mental di Israel kewalahan, dan banyak orang tidak bisa mendapatkan terapi atau bahkan tidak mengerti bahwa tekanan yang mereka rasakan berkaitan dengan apa yang mereka alami," tutup Ronen Sidi.
Artikel Terkait
Bocil Block Blast Viral: Fakta, Ancaman Malware & Cara Aman Menyikapinya
Dokter Tifa Klaim 99,9% Ijazah Jokowi Palsu, Tuntut Buka 709 Dokumen
Noe Letto Dilantik Jadi Tenaga Ahli DPN, Sebut Pemerintah Pengkhianat Pancasila?
Dokter Tifa Protes Diskriminasi Polda Metro Jaya: 5 Tersangka & Saksi Kasus Ijazah Jokowi Tak Diperiksa