Jerman Bangkitkan 'Raksasa Tidur', Siapkan Militer Terkuat Sejak Perang Dunia II
Di tengah ketidakpastian geopolitik, Eropa menyaksikan perlombaan senjata paling masif sejak berakhirnya Perang Dingin. Benua ini kini membangun benteng pertahanan mandiri, dengan Jerman sebagai garda terdepan.
Wajib Militer dan Target Ambisius Jerman
Mulai awal 2026, setiap pemuda Jerman berusia 18 tahun akan menerima kuesioner wajib untuk mendata kesiapan dinas militer. Langkah ini adalah fondasi ambisi besar Kanselir Friedrich Merz membangun angkatan darat konvensional terkuat di Eropa.
Targetnya jelas: Bundeswehr harus mencapai 260.000 personel aktif dan 200.000 pasukan cadangan pada 2035, menyamai kekuatannya di era Perang Dingin.
Anggaran Pertahanan Mencapai Rp1.950 Triliun
Ambisi ini didukung anggaran pertahanan yang melonjak. Tahun ini, Jerman mengalokasikan 108 miliar euro (Rp1.950 triliun) atau setara 2,5% dari PDB. Anggaran ini akan terus ditingkatkan hingga mencapai 3,5% PDB pada 2030.
Dana tersebut digunakan untuk modernisasi total, termasuk armada tank Leopard 2, sistem pertahanan udara jarak jauh, dan integrasi kecerdasan buatan (AI) dalam sistem komando.
Pemicu: Hilangnya Kepercayaan pada Amerika Serikat
Langkah masif Jerman dipicu oleh ketergantungan Eropa pada militer AS yang mulai dipertanyakan. Jajak pendapat terbaru menunjukkan 84% warga Jerman tidak lagi percaya AS akan menjamin keamanan mereka.
Kebijakan "nativistik" Presiden AS Donald Trump dinilai merendahkan institusi Eropa, menciptakan keretakan diplomatik yang memaksa Eropa memikirkan pertahanan mandiri.
Artikel Terkait
Smartwatch Kopilot ATR 42-500 Catat 4.000 Langkah Setelah Kecelakaan, Apakah Farhan Gunawan Selamat?
Data Smartwatch Copilot ATR 42-500: Ribuan Langkah Pascakecelakaan, Harapan Baru Keluarga
Wali Kota Madiun Maidi Kena OTT KPK: Kronologi, Dugaan Fee Proyek CSR, & Kekayaan Rp16,9 M
Timothy Ronald Dilaporkan ke Polisi Lagi: Agnes Stefani Rugi Rp1 Miliar dari Investasi Crypto