Jerman Bangkitkan Militer Terkuat di Eropa: Target 260.000 Personel & Anggaran 3.5% PDB

- Selasa, 20 Januari 2026 | 13:00 WIB
Jerman Bangkitkan Militer Terkuat di Eropa: Target 260.000 Personel & Anggaran 3.5% PDB

Ancaman dari Rusia menjadi faktor krusial. Pada 2026, Rusia diyakini telah beralih ke mode ekonomi perang penuh dengan keunggulan jumlah personel berpengalaman dan produksi amunisi.

Sebaliknya, militer Eropa masih terfragmentasi oleh ego nasional dan perbedaan sistem senjata. Tanpa logistik dan intelijen satelit AS, mobilisasi cepat masih menjadi tantangan.

Respon dan Kekhawatiran Internasional

Kebangkitan militer Jerman membuat Moskow tidak nyaman. Duta Besar Rusia untuk Jerman, Sergey Nechayev, menyebut Jerman tengah mempercepat persiapan konfrontasi militer skala penuh.

Di sisi lain, keyakinan publik Jerman terhadap ancaman semakin tinggi. 8 dari 10 warga Jerman yakin Vladimir Putin akan memperluas perang ke negara NATO pada 2029.

Kilas Balik: Sejarah Kekuatan Militer Jerman dari PD I hingga Era Modern

Jerman memiliki sejarah militer yang kompleks. Pada Perang Dunia I, mereka menjadi kekuatan darat dominan dengan doktrin terorganisir dan teknologi artileri berat.

Pasca kekalahan, Jerman dibatasi secara militer oleh Perjanjian Versailles. Namun, mereka bangkit lagi di era Nazi dengan doktrin Blitzkrieg dan inovasi seperti roket V-2 dan pesawat jet pertama.

Kekalahan di PD II membawa Jerman pada demiliterisasi total. Selama Perang Dingin, Bundeswehr dibentuk 1955 dengan kontrol sipil ketat, mencerminkan budaya pasifisme yang kuat.

Titik balik terjadi pasca invasi Rusia ke Ukraina 2022, yang memicu perubahan kebijakan dramatis (Zeitenwende). Jerman kini membuang pasifisme dan berambisi memimpin pertahanan Eropa.

Transformasi militer Jerman di tahun 2026 menandai era baru. Kebangkitan "raksasa tidur" ini bukan untuk agresi, tetapi sebagai respons atas ancaman nyata dan tanggung jawab keamanan kolektif Eropa.


Halaman:

Komentar