Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menegaskan pihaknya tidak ingin berspekulasi terkait temuan ini. "Fokus kita saat ini adalah pencarian terhadap korban. Semua temuan di lapangan akan kami kumpulkan dan inventarisir sebagai petunjuk," ujar Syafii pada Senin (19/1/2026). Ia menambahkan bahwa setiap benda yang ditemukan akan dijadikan pendukung proses pencarian tanpa menarik kesimpulan prematur.
Harapan dan Permohonan Keluarga
Atas temuan data smartwatch yang masih aktif, keluarga besar Farhan Gunawan berharap ia masih hidup dan dapat segera ditemukan. Mereka mendesak agar intensitas pencarian ditingkatkan. "Ini hari ketiga di hutan. Kami mohon bantuan agar tim SAR dan helikopter ditambah," pinta Dian.
Kondisi Keluarga dan Kunjungan Bupati
Ibunda Farhan Gunawan dilaporkan mengalami syok dan dilarikan ke Rumah Sakit Dody Sardjoto di kompleks Lanud Hasanuddin, Makassar. Saat dijenguk oleh Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, sang ibu dengan linangan air mata memohon bantuan untuk pencarian putranya. "Pak Haji anak ku. Bantu ka pak haji cari anak ku. Masih muda anak ku pak haji," ujarnya. Bupati Irwan menyatakan tim SAR telah bekerja maksimal dan meminta keluarga untuk tetap sabar.
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung masih terus dilakukan secara intensif oleh tim gabungan.
Artikel Terkait
Data Smartwatch Copilot ATR 42-500: Ribuan Langkah Pascakecelakaan, Harapan Baru Keluarga
Jerman Bangkitkan Militer Terkuat di Eropa: Target 260.000 Personel & Anggaran 3.5% PDB
Wali Kota Madiun Maidi Kena OTT KPK: Kronologi, Dugaan Fee Proyek CSR, & Kekayaan Rp16,9 M
Timothy Ronald Dilaporkan ke Polisi Lagi: Agnes Stefani Rugi Rp1 Miliar dari Investasi Crypto