Greedonomics: Ekonomi Keserakahan yang Harus Diberantas
Prabowo menilai praktik bisnis ilegal semacam ini bukan bagian dari pasar bebas, melainkan greedonomics atau ekonomi keserakahan. Sistem ini hanya menguntungkan segelintir pihak dengan mengorbankan hukum, lingkungan, dan kepentingan rakyat banyak.
"Mungkin di banyak negara pernah ada masa seperti ini, masa para robber barons," ujar Prabowo, menyamakannya dengan era industrialis yang menghalalkan segala cara.
Komitmen Berkelanjutan dan Peringatan Keras
Hingga saat ini, pemerintah telah menutup sekitar 1.000 tambang ilegal. Namun, laporan menunjukkan masih ada sedikitnya 1.000 tambang ilegal lain dan ratusan korporasi pelanggar hukum yang harus ditindak.
Menghadapi hal itu, Prabowo menegaskan tidak ada kompromi. "Maka saya berkata, apa yang bisa kita lakukan? Kita hanya bisa memiliki keberanian untuk menegakkan hukum. Tidak boleh ada kompromi. Tidak boleh ada kemunduran," tegasnya.
Semua langkah ini, menurut Prabowo, merupakan bentuk tanggung jawab dan pelayanan kepada rakyat Indonesia. "Rakyat saya menuntut hal ini. Dan kami bertekad melayani rakyat dengan kejujuran," pungkas Presiden Prabowo Subianto.
Artikel Terkait
Konflik Denada dan Ressa Rizky Rosano: Gugatan Rp7 Miliar, Klaim Anak Dibuang & Kronologi Lengkap
Waspada Hoaks! Fakta Kasus Gym Ambarawa Viral & Modus Phishing Link Video
10 Negara Teraman Saat Perang Dunia III Pecah: Daftar Lengkap & Tips Bertahan Hidup
Live3D AI Face Swap: Tukar Wajah Foto & Video Gratis Tanpa Login & Watermark