Tautan Kasus Epstein dengan Donald Trump
Kasus Jeffrey Epstein selama lebih dari satu dekade telah menyedot perhatian global dan melibatkan nama-nama elite, termasuk mantan Presiden AS Bill Clinton dan Donald Trump.
Donald Trump mengakui pernah berteman dengan Epstein, namun menyatakan hubungan itu telah berakhir bertahun-tahun sebelumnya. Trump juga secara tegas menyangkal mengetahui kejahatan seksual yang dilakukan Epstein dan tidak pernah didakwa oleh para korban.
Di antara dokumen baru tersebut, terdapat sebuah daftar yang disusun FBI yang memuat berbagai tuduhan pelecehan seksual terhadap Trump, Epstein, dan tokoh publik lainnya. Daftar ini berasal dari laporan masyarakat yang masuk ke National Threat Operations Center, namun banyak di antaranya didasarkan pada informasi yang belum terverifikasi dan tanpa bukti pendukung.
Bantahan Resmi dari Pemerintah AS
Menanggapi tuduhan-tuduhan yang muncul dalam dokumen, Departemen Kehakiman AS memberikan pernyataan resmi yang dikutip dari BBC UK, Senin 2 Februari 2026.
Pernyataan itu menegaskan, “Sebagian dokumen memuat klaim yang tidak benar dan bersifat sensasional terhadap Presiden Trump, yang diserahkan ke FBI menjelang pemilu 2020. Untuk memperjelas, klaim tersebut tidak berdasar dan tidak benar. Jika memiliki sedikit saja kredibilitas, klaim itu pasti sudah lama digunakan sebagai alat untuk menyerang Presiden Trump.”
Gedung Putih dan Departemen Kehakiman merujuk pada pernyataan ini sebagai tanggapan resmi terhadap berbagai klaim yang beredar.
Artikel Terkait
Dokumen Epstein Ungkap Hubungan Hary Tanoe & Trump, Misteri Indonesian CIA Terbongkar
10 Surat Tanah Tidak Berlaku 2026: Segera Urus Sertifikat di BPN!
5 Rekomendasi Bare Metal Server Terbaik 2024 untuk SaaS dan Startup
Berkas Epstein Dibuka: Memo FBI Sebut Trump Dikendalikan Israel - Fakta dan Isi Dokumen