Dukungan PAN ini juga dilihat sebagai bentuk kompetisi dengan PKB. Setelah PKB menyatakan dukungan serupa, PAN langsung merespons dengan mengusung nama ketua umumnya sendiri. Namun, yang menarik adalah implikasi usulan ini terhadap wacana Prabowo-Gibran dua periode yang sempat digaungkan.
Dengan mengusung Zulhas, PAN dianggap secara tidak langsung telah mengabaikan atau mengunci peluang pasangan Prabowo-Gibran untuk maju kembali. Hal ini memunculkan pertanyaan tentang keselarasan sikap PAN dengan mantan Presiden Jokowi, yang sebelumnya disebut-sebut masih "bos" oleh petinggi PAN.
Posisi Golkar dan Gejolak Internal Koalisi
Sementara PAN dan PKB telah menyatakan sikap, posisi Golkar di bawah Bahlil Lahadalia terlihat lebih berhati-hati. Golkar masih fokus pada penyuksesan pemerintahan Prabowo-Gibran saat ini dan belum secara eksplisit mendukung wacana dua periode.
Keraguan Golkar ini berpotensi menjadi titik api, baik di internal partai maupun dalam koalisi. Prabowo Subianto diprediksi tidak akan membiarkan situasi ini berlarut-larut, karena dapat memicu gejolak yang mengganggu stabilitas koalisi pemerintah.
Direktur ABC Riset & Consulting
Artikel Terkait
Masa Lalu Denada Diungkap Pengacara: Gonta-Ganti Pacar hingga Klaim 3 Anak
Video Gilcans Ambon Viral 54 Detik: Fakta, Kontroversi Sprei Hijau & Dampaknya
Denada Disebut Punya 3 Anak: Fakta Mengejutkan Selain Ressa & Aisha
Surat Pernyataan Kematian Jeffrey Epstein Terbit 1 Hari Sebelum Ia Tewas: Fakta atau Konspirasi?