"Sidang isbat mempertemukan data hisab (perhitungan astronomi) dengan hasil rukyatul hilal (pengamatan bulan). Upaya ini untuk mendapatkan keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan," ujar Abu Rokhmad.
Data Hisab dan Kriteria Visibilitas Hilal
Berdasarkan perhitungan hisab, ijtimak atau konjungsi jelang Ramadan 1447 H diperkirakan terjadi pada 17 Februari 2026 pukul 19.01 WIB. Pada saat matahari terbenam di seluruh Indonesia, posisi hilal masih berada di bawah ufuk dengan ketinggian negatif, berkisar antara -2° 24' 42" hingga -0° 58' 47".
Dengan data sudut elongasi yang hanya antara 0° 56' 23" hingga 1° 53' 36", secara teoritis hilal diperkirakan sangat sulit atau bahkan tidak mungkin teramati berdasarkan kriteria visibilitas hilal MABIMS yang digunakan. Oleh karena itu, rukyatul hilal di 96 titik dilakukan untuk mengonfirmasi data perhitungan tersebut secara empiris.
Pengumuman Hasil Sidang Isbat Awal Puasa 2026
Keputusan final mengenai hari pertama puasa Ramadan 1447 H akan diumumkan secara resmi oleh Kemenag usai sidang isbat selesai. Pengumuman dilakukan melalui konferensi pers yang dapat diakses oleh publik.
"Hasil pembahasan antara data hisab dan rukyat akan kami sampaikan kepada masyarakat. Keputusan ini nantinya menjadi pedoman bersama bagi umat Islam Indonesia," tegas Abu Rokhmad.
Artikel Terkait
Boyamin Saiman Kritik Jokowi: Dukungan Kembalikan UU KPK Dinilai Cari Muka
Awal Ramadan 2026 Diprediksi 19 Februari: Daftar Negara & Penjelasan Hilal
Polri Raup Rp2,21 Triliun per Tahun dari Insentif SPPG: Analisis Anggaran MBG 2026
WNI Tercatat di Pasukan Asing IDF Israel: Data Lengkap & Implikasinya