Kepopuleran sebutan ini bahkan sempat tercermin di peta digital. Nama "Tembok Ratapan Solo" pernah muncul dalam pencarian di Google Maps. Namun, berdasarkan pengecekan, label tersebut kini sudah tidak lagi ditampilkan pada aplikasi peta tersebut.
Rumah Jokowi Sebagai Destinasi Wisata Dadakan
Sejak lama, rumah Jokowi di Solo telah menjadi semacam destinasi wisata dadakan bagi warga. Masyarakat biasa berdatangan dengan harapan dapat bertemu dan berfoto bersama mantan Presiden yang masih sangat diidolakan ini.
Kediaman Jokowi tersebut kerap dipadati pengunjung. Terlihat antusiasme tinggi di mana warga rela mengantre berbaris di depan pintu masuk. Mereka kemudian bergantian masuk ke dalam untuk sekadar bersapa, berbincang singkat, dan tentunya berfoto bersama Jokowi.
Fenomena "Tembok Ratapan Solo" ini menegaskan kembali besarnya daya tarik dan kedekatan Jokowi dengan masyarakat, bahkan setelah masa jabatannya berakhir.
Artikel Terkait
Roy Suryo Jadi Saksi Ahli Sidang Ijazah Jokowi: Analisis Lengkap & Aksi Kaus Raja Jawa
Wamenag Larang Sweeping Rumah Makan Saat Ramadan: Imbauan Jaga Toleransi
GP Ansor Gelar Perayaan Imlek 2577 Kongzili, Perkuat Harmoni Kebangsaan
Viral Video Mesum di Rental PS Tabanan, Orang Tua Laporkan Penyebar ke Polisi: Kronologi Lengkap