Jokowi mengatakan, pemimpin harus tahu dan paham bagaimana memajukan negara Indonesia ini dari sisi mana.
Dia harus mampu memanfaatkan peluang yang ada, bukan sekadar melakukan rutinitas belaka.
"Bukan rutinitas, bukan hanya duduk di sana dan rutinitas, bukan hanya duduk di sana dan tanda tangan, bukan itu. Dia harus tahu bagaimana membangun sebuah strategi negara, strategi ekonomi, strategi politik," katanya.
Dia menambahkan, negara Indonesia ini berhadapan dengan negara-negara lainnya, bersaing dan berkompetisi.
Maka itu, pemimpin harus tahu bagaimana memajukan negara Indonesia tercinta ini. [IndonesiaToday/Oke]
Sumber: nasional.okezone.com
Artikel Terkait
Proyek Lumbung Pangan Disorot: Anggaran 2025 Dipakai di 2024 & Potensi Kerugian Negara
Iran Ancam Serang Jantung Tel Aviv: Analisis Ancaman Militer & Respons AS
Ledakan di Teheran: Uji Coba Militer Iran di Tengah Ancaman AS dan Eskalasi Ketegangan
SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Dampak Restorative Justice pada Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis