Akibatnya, terjadi penumpukan penumpang di dalam kereta LRT yang datang.
Karena penumpang kereta lama bertambah dengan penumpang yang baru karena dipindahkan.
Di dalam gerbong, kata cukup padat dan tak ubahmya seperti penumpang Kereta Commuter Line atau KRL.
"Sampai di Stasiun Halim, kereta mendadak mati listrik. Kurang dari lima menit matinya," kata dia.
Begitu normal kereta melanjutkan perjalanan menuju ke stasiun akhir di Dukuh Atas, Jakarta.
Farel penumpang lainnya mengatakan ratusan penumpang LRT berhamburan keluar karena kereta berhenti.
Dia menilai LRT Jabodebek memang belum siap beroperasi.
"Kayaknya memang LRT belum siap operasi. Ada gangguan, penumpang terpaksa keluar rangkaian," ujarnya.
Selain itu kata dia penumpang yang keluar menunggu cukup lama rangkaian kereta berikutnya.
Belum ada keterangan resmi dari pengelola LRT Jabodebek soal gangguan perjalanan dari Bekasi tersebut.
Saat peresmian, Presiden Jokowi berharap LRT Jabodebek ini bisa menjadi transportasi massal pilihan utama masyarakat.
Jokowi juga berharap LRT Jabodebek bisa menekan kemacetan.
"Kita harapkan masyarakat berbondong-bondong beralih ke LRT baik yang dari Cibubur dan sekitarnya maupun Bekasi dan sekitarnya, sehingga kemacetan di jalan bisa kita hindari dan juga polusi bisa kita kurangi," kata Jokowi dalam sambutannya, Senin (28/8/2023).
Sumber: wartakota
Artikel Terkait
Proyek Lumbung Pangan Disorot: Anggaran 2025 Dipakai di 2024 & Potensi Kerugian Negara
Iran Ancam Serang Jantung Tel Aviv: Analisis Ancaman Militer & Respons AS
Ledakan di Teheran: Uji Coba Militer Iran di Tengah Ancaman AS dan Eskalasi Ketegangan
SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Dampak Restorative Justice pada Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis