Dua nama ini memang sudah bersaing selama enam bulan terakhir," katanya lagi.
Yunarto lantas menyebut, yang mengagetkan adalah sosok di nomor tiga, yakni Mahfud MD.
Menurutnya, sejauh ini nama Mahfud MD tidak pernah masuk ke dalam top tiga cawapres dengan elektabilitas tertinggi.
"Dan yang ketiga, yang mengagetkan. Saya pikir ini nama baru, tidak pernah dibahas banyak terlalu banyak dalam rilis-rilis sebelumnya.
Baca juga: Otak-atik Cawapres Ganjar Pranowo, Sosok Puan Maharani Mencuat jadi Alternatif Duet Capres PDIP
Pak Mahfud ini di peringkat ketiga dan sudah masuk angka belasan persen," ujar Yunarto.
Yunarto mengatakan, elektabilitas Mahfud MD tidak terlampau jauh dari Ridwan Kamil dan Sandiaga Uno yang biasanya menjauhi sosok cawapres lain.
Terlebih, menurutnya, Mahfud MD berhasil menyalip angka elektabilitas nama-nama lain seperti Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri BUMN Erick Thohir, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, hingga Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.
Yunarto menduga elektabilitas Mahfud MD sebagai cawapres melejit lantaran gaya komunikasinya sebagai pejabat publik berbeda dengan pejabat-pejabat lainnya.
"Pak Mahfud ini saya tidak tahu apakah ada pengaruh karena keberaniannya di Komisi III yang menampilkan gaya komunikasi politiknya yang agak berbeda dengan sebagian pejabat yang lain.
Dan kadang-kadang publik atau netizen itu senang sekali gitu dengan dobrakan-dobrakan seperti itu," katanya.
Yunarto kemudian menilai konstelasi politik bisa berubah dengan masuknya nama Mahfud MD, asalkan ada partai yang siap mengusungnya. "
Ini saya kira bisa mengubah konstelasi. Dan catatannya partai mana yang Ingin memajukan nama Pak Mahfud ketika masing-masing partai masih fokus pada memajukan jagoan-jagoannya atau ketua umumnya menjadi cawapres," ujar Yunarto.
Berikut daftar elektabilitas Wakil Presiden versi Charta Politika:
1. Sandiaga Uno: 19,8 persen
2. Ridwan Kamil: 18,4 persen
3. Mahfud MD: 15,2 persen
4. Agus Harimurti Yudhoyono: 10,9 persen
5. Erick Thohir: 9,2 persen
6. Khofifah Indar Parawansa: 5,8 persen
7. Muhaimin Iskandar: 3,5 persen
8. Puan Maharani: 2,9 persen
9.� Airlangga Hartarto: 2,2 persen
10. Tidak tahu/tidak jawab: 12 persen.
Baca juga: Skema Duet Ganjar Pranowo dan Puan Maharani di Pilpres 2024, Cawapres Kuat Raup Suara Perempuan
(*)
Update Mata Lokal Memilih
Sumber: kaltim.tribunnews.com
Artikel Terkait
Proyek Lumbung Pangan Disorot: Anggaran 2025 Dipakai di 2024 & Potensi Kerugian Negara
Iran Ancam Serang Jantung Tel Aviv: Analisis Ancaman Militer & Respons AS
Ledakan di Teheran: Uji Coba Militer Iran di Tengah Ancaman AS dan Eskalasi Ketegangan
SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Dampak Restorative Justice pada Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis